Susah Move On dari Liburan

Libur panjang dan cuti bersama telah selesai. Kini saatnya kembali lagi kepada rutinitas awal yang sehari-hari kita lakukan. Bangun pagi-pagi, mempersiapkan diri ke kantor atau ke kampus, lalu tak lupa ada tugas-tugas kuliah atau lembur di kantor hingga tak sempat lagi melihat matahari. Sungguh, rasanya malas sekali untuk kembali pada rutinitas tersebut. Usai liburan kadang malah membuat kita menjadi malas, sedih hingga perasaan tidak siap untuk menghadapi pekerjaan. Apabila Anda merasakan hal yang sama, bisa jadi itu adalah tanda Anda sedang mengalami post-holiday blues.

Wajar Kok, Semua Orang Mungkin Pernah Mengalami

Para ahli belum memasukkan gejala ini dalam sebuah gangguan mental khusus. Post-holiday blues ditandai dengan perasaan tidak nyaman dan kesulitan untuk kembali berkonsentrasi pada pekerjaan setelah kembali dari liburan. Hal ini dialami oleh 76% pekerja di Inggris dan 25% masyarakat di Amerika. Namun hal ini tidak berlangsung lama. Post-holiday bluesdisebabkan oleh adanya efek kontras, dimana hype atau euforia saat liburan yang terasa menyenangkan diikuti oleh rutinitas pekerjaan yang dirasakan penuh dengan tekanan. Hal ini membuat otak kita mempersepsikan bahwa tugas-tugas dan pekerjaan terasa sangat membosankan.

Kumpul Keluarga Bisa Jadi Salah Satu Penyebabnya

Bisa jadi, post-holiday blues kita disebabkan karena keengganan untuk berpisah jauh dengan keluarga. Bagi para perantau pasti pernah mengalaminya. Tak lagi bisa bercanda dan bercengkerama dengan saudara, tak lagi bisa makan masakan orang tua atau keengganan untuk harus kembali hidup sendiri di rantau membuat kita menjadi sedih dan merasa tak ingin kehilangan momen bahagia tersebut. Atau, bisa jadi perkumpulan keluarga justru membuat kita merasa begitu tertekan dan tidak nyaman. Pertanyaan-pertanyaan atau komentar yang dilontarkan oleh keluarga seputar kehidupan personal kita seakan-akan begitu menyakitkan dan menghancurkan liburan kita yang menyenangkan.

Buat Target Baru yang Menyenangkan Setelah Liburan

Supaya tubuh dan perasaan kita menjadi bersemangat kembali, buat target dan tujuan baru setelah liburan usai. Misalnya, setelah selesai liburan panjang di hari Natal dan Tahun Baru, agendakan untuk pergi bersama teman-teman untuk reuni di bulan selanjutnya. Selain itu kita bisa lakukan hal-hal lain yang menyenangkan sesuai hobi, berolahraga di taman bersama pasangan, atau mendekorasi rumah di akhir pekan. Merencanakan apa yang akan kita lakukan di liburan selanjutnya juga bisa menjadi cara ampuh untuk mengembalikan mood dan semangat kita.

 

Don’t let a bad day make you feel like you have a bad life – Maya Mendoza

Ditulis oleh Isnaini Rahmawati dengan judul asli “Susah Move On dari Euforia Liburan”


Diambil dari:

Tips Mewujudkan Resolusi Tahun Baru 2019

Selamat tahun baru untuk kita semua!! Meskipun tahun baru sudah berlalu, tapi semoga semangat di tahun 2019 ini masih akan selalu baru. Di awal tahun baru, tentunya kita punya target-target yang ingin dicapai selama setahun ke depan. Membuat target dan resolusi-resolusi baru akan membantu kita untuk menentukan apa prioritas dan hal-hal yang harus difokuskan dalam kehidupan kita.

1. Resolusi Apa yang Paling Banyak Ditargetkan?

Menurut penelitian dari Cornell University dan Chicago University, 55% resolusi berkaitan dengan kesehatan tubuh. Misalnya keinginan untuk lebih rutin berolahraga, berhenti merokok, menurunkan atau menaikkan berat badan, makan makanan yang lebih sehat dan kebiasaan-kebiasaan lainnya yang mendorong hidup sehat. Selain kesehatan, resolusi yang banyak ditargetkan berkaitan dengan pekerjaan (memiliki tabungan yang banyak, lepas dari hutang-hutang) dan kehidupan sosial (menghabiskan waktu dengan keluarga, lebih sering membantu orang lain, dan menikmati liburan).

Meskipun banyak orang yang membuat resolusi di awal tahun, hanya 10% yang berhasil konsisten melaksanakannya di beberapa bulan pertama. Alasan mengapa orang-orang tidak konsisten dengan resolusinya adalah karena terlalu banyak membuat goal yang tidak realistis. Kadang, semangat membara di awal tahun tidak diimbangi dengan perubahan mindset. Sehingga, yang kita targetkan menjadi terasa sangat berat saat dijalani. Lalu bagaimana baiknya?

2. Buat Resolusi yang Realistis

Target yang realistis dan dapat diukur hasil dan perubahannya akan membuat kita merasa lebih mudah dan lebih semangat untuk menjalaninya. Misalnya jika Anda ingin menurunkan berat badan di tahun ini, buatlah target bulanan (sebulan turun 0,5-1 kg). Tak perlu membuat target yang terlalu muluk-muluk sehingga Anda jadi merasa terbebani. Anda bisa membuat scheduleuntuk olahraga seminggu 3-4 kali, tak harus setiap hari. Jika Anda ingin makan yang lebih sehat, tak perlu untuk melakukan diet ketat yang malah akan menyiksa. Lakukan hal-hal yang Anda sukai. Misalnya, Anda bisa mengganti makan malam Anda dengan makanan yang Anda sukai, seperti buah atau yoghurt.

“Target yang realistis dan dapat diukur hasil dan perubahannya akan membuat kita merasa lebih mudah dan lebih semangat untuk menjalaninya”

3. Cari Support dari Teman atau Orang Terdekat

Mencari teman atau partner untuk mewujudkan resolusi bersama akan lebih membantu kita dalam menjaga semangat. Atau Anda juga bisa meminta tolong saudara, teman atau pasangan Anda untuk saling mengingatkan satu sama lain. Karena, mengubah kebiasaan sendirian akan lebih terasa berat dan membosankan. Bergabung dengan grup-grup yang memiliki kesamaan visi dapat membantu kita untuk tetap keep in track dengan tujuan.

4. Jangan Lupa Beri Reward untuk Diri Sendiri

Tak perlu menunggu hingga tujuan kita tercapai dengan sempurna untuk membuat perayaan dan selebrasi. Jika kita sudah berhasil dan konsisten melakukan resolusi di bulan-bulan pertama (1-3 bulan), jangan lupa beri reward untuk diri sendiri. Reward ini bisa Anda tentukan di awal tahun saat merencanakan target-target. Misalnya, jika Anda berhasil konsisten untuk tidak merokok selama satu bulan saja, beri hadiah untuk diri sendiri sesuai yang Anda sukai. Misalnya, makan di restoran yang Anda inginkan atau pergi berlibur.

Ditulis oleh Isnaini Rahmawati dengan judul asli “Bagaimana Mewujudkan Resolusi di Tahun Baru Ini?”


Diambil dari:

Yang Harus Dilakukan Saat Kamu Mengalami Depresi

Yang Harus Dilakukan Saat Kamu Mengalami Depresi

Cukup banyak orang yang depresi tetapi tidak menyadari kondisinya bahwa ia mengalami depresi. Ada juga kasus di mana seseorang menyadari bahwa ia sedang mengalami depresi namun tak tahu harus melakukan apa. Berikut adalah hal yang dapat kamu lakukan jika kamu merasa memiliki gejala depresi klinis.

Me VS Stress: 6 Miskonsepsi Umum Tentang Stres

Me VS Stress: 6 Miskonsepsi Umum Tentang Stres

Secara umum, stres masih banyak dinilai sebagai biang kerok dari aneka pengalaman buruk dalam hidup. Sebut saja gagalnya hubungan pasangan, tindak kriminal, bunuh diri, bahkan hingga hal sesepele tukak lambung. Sesungguhnya seberapa jauh kita selama ini telah memahami stres? Berikut adalah enam miskonsepsi atau kesalahpahaman sebagian besar orang tentang stress